RSS

Rindu yang terselip

Bahkan sampai saat ini rindu masih terus datang menghampiri, terus meminta untuk dibalas walau hanya sekedar senyuman.
Rindu tidak meminta banyak, tidak juga mengambil alih sepenuhnya , Karna rindu ingin kejelasan siapa pemiliknya .

"Za ! lo kemarin les gak ?" pertanyaan yang terdengar nada penasaran atau mungkin hanya sekedar basa - basi.
"Gue gak les kemarin , gue sakit. kenapa Fi ?"
"Cieeee Alfi nanyain Keiza, kangen tuh za!"
"Apa sih ra...."
Terkadang aku sendiri tidak bisa menebak apa yang kamu sembunyikan , apa kamu rasakan sama aku,dan mungkin ini akan menjadi teka - teki teraneh yang aku alami,

"Iza !!! Masa tadi Alfi kayak cemburu gitu sama gue pas gue berduaan sama Rehan! hahaha ngakak banget deh gue za, coba lo merhatiin gimana mukanya Alfi tadi,"
"Iya ? Masa sih ra? wahh jelas banget tuh ra kalau dia suka sama lo, cieee Rara ... udah sih ra"
"Ih apaan sih lo za, gue kan gak suka sama dia!!"

Kenaif-an mungkin akan terlihat dengan jelas suatu saat nanti , bahkan bukan saat - saat nantinya , sekarang pun juga bisa terlihat dari raut wajah bahkan ekspresi .
Rara dan aku yang sudah sahabatan dan bagi rara tidak ada rahasia yang tidak di ketahuinya tentangku. tapi ia salah besar, aku menyimpan rahasia yang aku simpan rapih, hingga saatnya rahasia itu terungkap dengan jelas .

Semua orang meng-elu-elukan dan mendukung agar Rara dan Alfi jadian . Dan aku ? Aku hanya sebatas cewe yang hanya ingin dekat dengan Alfi.
Terkadang aku sendiri bingung , aku merasa Alfi memang suka dengan Rara , tetapi satu sisi Alfi terlihat nyaman jika dengan ku, layaknya 2 orang yang sudah saling nyaman satu sama lain .

"Iza! minum lo mana ?! cepetaaan!"
"Bawel lo depan mata juga masih aja teriak!"
"Oh iya! haha bagi yak! gue abisin deh!"
"Hmmmm, "
"Lo mau kuliah dimana ntar ?Yaelah masih aja ribet ngurusin."
"Bericik, gue kan lagi bingung dan galau mennetukan masa depan nih.Pulang bareng yaa Fi,,"
"Duh gue liat jadwal ya, haha"
"sok sibuk lo! yaudahlah "
"Jadi gak ? gak pake lama langsung pulang"
"Iya sip!"

Orang yang tau bagaimana kisah ini berlangsung akan mengatakan Cinta berbanyak Segi, banyak lekukan-lekukan tidak tertata , tidak jelas ia akan menjadi segitiga atau m.ungkin bisa jadi ini Cinta Bola, cinta yang tak berujung . hanya memutar satu tempat.

Aku memutuskan berkuliah di Wilayah Jakarta , dan Alfi di Surabaya , kita tak lagi berkomunikasi, mungkin sejak aku menyadari bahwa Alfi lebih menunjukkan perhatiannya pada Rara aku melepaskan rasa yang ada, Aku hanya pasrah , apapun yang akan terjadi. biarpun akan kulepas, rasa ini akan tetap berTuan :)
4 Tahun kemudian .

"Waaaahh Za,gue gak sabar nih , kira-kira kayak gimana ya temen-temen kita dulu ?"
"Mungkin sebagian ada yang berubah ada yang sama. tapo pastinya sih pola fikir mereka lebih dewasa hehehe"
"Iya nih , kayak lo gue gak nyangka banget lo udah gelar Master aja di umur segini hehe keren lo"
"Alhamdulillah terimakasih ya Ra.lo juga yang terus motivasi gue hehe"

Aku melihatnya! Rindu yang terus datang kini terbalas ,Rindu pun tau siapa Tuan-nya .
"Eh Rara, makin cantik aja "
"Ih apasih lo Fi,"
"Lah elo Za? " hanya senyum tanpa basa-basi atau embel kosong. terenyuh dan mungkin ini hanya fahamku , kalau aku tidak ada di dalam hatinya, "Za, nih!"
"Apa nih Fi ?"
"hehehe maaf dulu tuh gue yang ngambil jaket lo."
"Ih ! lo mah kebiasaan! Btw ,, wah ini jaket masih muat sama gue , malah kendor nih fi , haha"
"Iya kayak kurang nutrisi lo ."

Cahaya lampu mulai meremang , dan aku menghampiri alfi yang sedang duduk sehabis mengobrol .
"Fi , gue mau nanya nih sama lo.Lo itu sebenernya gimana sama Rara ?Kalo lo suka kenapa gak lo jadiin aja ?Lo juga udah memenuhi dan termasuk kriteria Rara, lo udah lulus jadi dokter , lebih cepet dari yang lain pada umumnya kan,"
"Terus kalo gue sekarang udah jadi dokter itu tandanya gue harus banget sama Rara? Lo rela ?"
"Gue ? kok gue sih ?"
"Lo rela gue sama Rara?"
"Tunggu, kenapa harus gue ? Lo selama ini suka sama Rara kan ? dari sikap lo aja udah keliatan"
"Ya terserah lo deh"
"Ih lo apa sih, Fi, kasih tau dong gue kan penasaran . "
"Kalo gue suka sayang sama lo ?"
"Dari kapan ?"
"semenjak lo buat gue sadar siapa yang gue butuhin , siapa yang paling nganggap gue hebat, gue termotivasi, dari semenjak lo sabar ngadepin sikap gue, dari lo yang buat gue nyaman jadi diri gue sendiri,,"
"terus ?"
"Lo mau gue lamar sekarang gitu?"
"Alfii!!!" senyum merah merona terlihat  jelas di mata ku sekarangini , "Gimana sam Rara?"
"Ya gak ada urusan lagi , dia juga bukannya udah punya cowo?"
"Gaktau , dia kadang seneng , terus mikir gak cocok sama cowo itu"
"OOh yang penting gue sama lo kan sekarang?"
"halah bullshit,"

Alfi tetap dengan kejutan memalukan dari sikap nya yang tidak berubah , dia mengumumkan kalau aku dengannya akan segera bertunangan dan menikah , sontak membuat semua teman ku terkaget aneh, yang mereka tahu , Alfi hanya cocok dengan Rara, dan sekarang rahasia itu terlihat jelas adanya , walaupun aku melihat ada rasa sedikit kecewa dari Rara, tapi kemudian ia memberikan senyum simpul lalu pelukan hangat sebagai sahabat,

Cinta akan tetap menjadi cinta m walaupun jarak atau mungkin ia terselip rapih tak terlihat ia akan tetap menjadi cinta. Cinta akan bertahan , namun jika sudah tidak memungkinkan ada harapan , Cinta harus di lepas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

pacaran atau nggak , ya?



HAIHAIII ini tulisan gue ambil sengaja dari pengalaman pribadi gue yang baru banget kejadian .
Kelamaan jomblo ? duh pasti bĂȘte banget tuh kalo ada yang nanya “kapan sih lo punya pacar?” fase pertanyaan itu ya mudah aja sih lo jawab sebelum lo pergi ke fase pertanyaan enek selanjutnya. Kadang tanpa sadar lo juga pasti mikir dong “Duh gue juga pengen kali pacaran tapi belum ada yang mau aja sama gue”
        Next, otomatis keinginan atau hasrat lo buat punya pacar tuh balik lagi, tapi kembali lagi “Apa lo siap buat pacaran ? dengan kondisi (mental) lo sekarang ini ?” pertanyaan itu sih yang sering bikin ragu buat anak labil apalagi udah kelas 12 SMA kayak gue,hehehe nggak Cuma mau nikah aja yang harus disiapin mentalnya, orang mau pacaran juga harus siap sama segala konsekuensinya , missal : galau,
        Masih mempertimbangkan , iya masih mempertimbangkan “dia tuh cocok gak sih buat gue ?” “Yatapi dia mau gak sama gue ?gue sih mau sama dia?” “nanti ganggu gue belajar gak ya ?ah nanti nilai gue turun, lagi” “dia bisa terima gue apa adanya gak nanti ?” gue rasa pertanyaan itu terbesit di otak lo ketika lo mau mutusin “PACARAN ATAU ENGGAK YA ?” well, mungkin sebagian orang bilang itu adalah pertanyaan bodoh buat orang - orang pesimis. Haha
        Tapi pada intinya , kesiapan buat pacaran tuh gak gampang . Contoh, gue aja gak jauh-jauh. Gue pengeeennn banget pacaran , sampe gue dibilang sama temen –temen deket gue “nov lo kapan pacaran sama si itu ? di PHP-in ya ? iya tuh Pernah Hampir Pacaran “ terus mereka ketawa gue terbully dan gitu aja terus dilingkungan gue . Kalo gue mau pacaran gue bisa maju terus, tapi mental gue belum sepenuhnya siap.
        Kalaupun gue pacaran, gue suka risih sama yang namanya di SMSin mulu, telfonin mulu, di chat mulu, pertanyaannya “yang.udah makan ?solat ? istirahat yang cukup yah yang “ mati aja sekalian biar istirahat selamanya,,, Awal sih seneng ya di perhatiin kayak gitu, tapi entah gue punya kelainan mental , malah geli plus risih bacanya. Jujur gue lebih suka sama cowok yang cuek dalam hal dia itu cuek terhadap hal-hal tertentu misalkan dia itu gak berlebihan ngomongnya ke gue, gak pake emot sedih atau sok unyu lainnya, tapi satu sisi dia itu care banget ke gue.
        Gak tau kedepannya seperti apa , tapi yang jelas gue pribadi lebih menyukai sama yang namanya cowo penuh usaha, menurut gue pribadi rasa "Nyaman sama Klop" itu susah di cari. kadang kita udah ketemu sama orang yang asik banget menurut kita. tapi belum tentu orang itu klop di hati kita. ya bukan dalam maksud pemilih . karena gue di sini mungkin setelah lulus SMA dan bahkan melanjtkan ke tingkat berikutnya bagi gue pacaran bukan lagi hal yang bisa di buat main- main .
        Dan mungkin di kedepannya ketika usia gue menginjak 20 tahun gue 'Lebih Ingin mencari' sosok yang gak hanya sekedar di jadiin pacar , tapi bisa di ajak serius dan dijadikan suami nantinya . Entah ini kutukan atau gimana , tapi gue jujur sih ketika ada yang biki gue nyaman dan bahkan sampai jatuh cinta percayalah, gue bingung itu anugrah atau kutukan bagi gue? heheheh 
        Dan untuk saat ini, yang belum siap pacaran ya mending enjoy aja dulu sama kehidupan yang sekarang , tunggu untuk kehidupan yang lebih baik esok.
atau ini sih biasanya, kadang terlalu lama sendiri bukan karena dia gak mampu untuk punya pasangan , tetapi karena dulu dia pernah bersungguh-sungguh mencintai tetapi pada akhirnya dia dikecewakan.
J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS